Komodo Dragons

               Komodo, yang oleh penduduk lokal disebut “ora”, merupakan kadal terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 10,3 kaki ( 3,13 m ) dan berat 366 pon ( 166 kg ) . Ini mungkin termasuk sejumlah besar makanan yang tidak tercerna. Meskipun Komodo dapat berlari dengan kecepatan hingga 13 mph ( 20 kph ), strategi berburu yang digunakan adalah penyamaran dan kekuatan. Mereka bisa menghabiskan berjam-jam di satu tempat untuk menunggu rusa, babi hutan, kambing, atau apa pun yang bisa menjadi santapan mereka.

Binatang purba ini mampu melihat benda-benda sejauh 985 kaki (300 m), sehingga penglihatan tidak tidak terlalu memainkan peranan penting dalam kegiatan berburu. Selain itu karena mata mereka lebih baik dalam menangkap benda bergerak daripada benda-benda yg diam tidak bergerak. Retina mereka berbentuk kerucut sehingga mereka mungkin dapat membedakan warna tetapi pandangannya kabur di bawah cahaya redup. Jangkauan pendengarannya jauh lebih kecil daripada manusia. Akibatnya hewan ini tidak bisa mendengar suara suara bernada rendah atau tinggi. Meski bisa mendeteksi mangsa dengan penglihatan dan pendengaran, binatang unik ini lebih mengandalkan penciumannya sebagai alat detektor utama. Seperti ular, komodo mendeteksi bau dengan lidahnya yang panjang dan bercabang.
               Ketika Komodo berburu dan menangkap mangsanya seperti misalnya rusa, mereka akan menyerang kaki dulu untuk menghancurkan sistem keseimbangannya. Ketika berhadapan dengan mangsa yang lebih kecil, mungkin mereka akan langsung menerkam leher. Strategi dasar si naga ini sangat sederhana yakni dengan mencoba menjatuhkan mangsanya ke tanah dan merobeknya berkeping-keping dengan menggunan cakar dan giginya yang kuat. Senjata komodo yang paling berbahaya adalah giginya yang berukuran besar, melengkung, dan bergerigi, dan merobek daging dengan sangat cepat. Jika rusa gagal melarikan diri, komodo akan terus merobeknya hingga berkeping-keping. Setelah yakin bahwa mangsanya sudah lumpuh, si naga ini biasanya beristirahat sejenak untuk mengamati. Sesaat kemudian dia akan meluncurkan pukulan terakhir yaitu serangan ke arah perut hingga berdarah dan mati. Komodo pun mulai menyantapnya.
               Pada tahun 2009, peneliti menyimpulkan bahwa komodo mengeluarkan racun untuk melumpuhkan mangsanya. Para ahli biologi percaya bahwa bakteri yang terdapat didalam mulut naga inilah yang menginfeksi hewan yang digigit dan menyebabkan kematiannya. Para ilmuwan telah menemukan sekitar 50 jenis bakteri di air liur komodo dan setidaknya tujuh di antaranya yang sangat mematikan. Seekor rusa yang telah digigit dan berhasil melarikan diri tidak akan berumur panjang. Racun dari gigitan komodo mungkin akan membunuhnya dalam waktu satu minggu. Dia akan segera menjadi santapan komodo yang menyerangnya atau pun komodo lainnya. Mereka biasanya menyantapnya secara bersama-sama dalam satu kelompok. Racun yang ada dalam gigitan seekor komodo tidak mematikan untuk komodo lain. Komodo yang terkena gigitan komodo lainnya juga tidak akan terpengaruh oleh racun yang ada dalam gigitan. Para ilmuwan sedang mencari antibodi yang terdapat di dalam darah komodo agar bisa digunakan untuk menyelamatkan binatang atau hewan yang terinfeksi karena gigitan komodo.
               Otot-otot rahang dan tenggorokannya memungkinkan komodo untuk menelan potongan besar daging dengan sangat cepat. Perutnya yang sangat mudah mengembang memungkinkan komododo dewasa untuk mengkonsumsi sampai 80 persen dari berat tubuhnya sendiri dalam satu kali makan. Komodo bisa memuntah isi perut mereka ketika terancam agar berat badannya berkurang sehingga memudahkan mereka untuk melarikan diri. 
 
               Komodo hanya bisa ditemukan hidup di beberapa pulau di Nusa Tenggara seperti Komodo, Rinca, Pada dan Flores. Mereka hidup di hutan savana tropis. Untuk berlindung dari panas matahari dan beristirahat di malam hari, komodo bersembunyi di liang yang cukup besar untuk tubuhnya.
               Komodo makan hampir semua jenis daging. Mereka mengais bangkai semua hewan berbagai ukuran mulai dari tikus kecil hingga kerbau besar. Komodo muda kebanyakan memakan kadal, tokek kecil atau serangga. Mereka termasuk predator tersier ( predator di puncak rantai makanan ) dan kanibalis. Mereka bisa mendeteksi bangkai dari jarak yang cukup jauh, sekitar 2,5 mil (4 km), dan secara aktif mencari bangkai tersebut. Komodo berburu di sepanjang jalur yang biasa dilewati mangsanya. Mereka menunggu mangsanya lewat lalu menyerangnya.
               Meskipun komodo jantan cenderung tumbuh lebih besar dan tambun daripada komodo betina, tidak ada perbedaan bentuk yang jelas untuk menandai jenis kelamin. Berkumpul di sekitar bangkai menjadi kesempatan untuk berpacaran. Aktivitas kawin biasanya terjadi dari bulan Mei hingga Agustus. Komodo jantan yang menjadi penguasa di satu wilaya biasanya terlibat dalam pertempuran untuk memperebutkan komodo betina. Dengan menggunakan ekornya sebagai penopang, mereka bergelut dgn menegakkan badannya, menggapai satu sama lain dengan kaki depan mereka karena mereka berusaha untuk menjatuhkan lawannya ke tanah. Yang kalah biasanya berlari pergi atau diam di tempat tidak bergerak.
               Yang keluar sebagai pemenang memulai pacaran dengan menjentikkan lidahnya di moncong betina dan kemudian di tubuhnya. Komodo betina meletakkan sekitar 30 telur pada bulan September di dalam cekungan tanah yang digali di lereng bukit atau di dalam sarang yang dicuri dari burung megapode. Sarang komodo terbuat dari tumpukan ranting yang tingginya bisa mencapai 1 m dan lebarnya 3 m. Induk komodo biasanya mengerami telur-telurnya selama sembilan bulan dengan berbaring di sarang untuk melindungi. Berat anak komodo yang baru ditetas biasanya kurang 100 g dan panjangnya sekitar 40 cm. Di masa awal hidupnya, komodo-komodo kecil sering menjadi korban predator termasuk sesama komodo yang ukurannya lebih besar. Makanannya terdiri atas beragam serangga, kadal kecil, ular, dan burung. Bila bisa mencapai usia 5 tahun, berat komodo bisa mencapai 25 kg dan panjangnya mencapai 2 m. Pada usia ini, mereka memburu mangsa yang lebih besar, seperti tikus, monyet, kambing, babi hutan, dan yang paling banyak adalah rusa. Pertumbuhan berat badanya sangat lambat dan berlangsung sepanjang hidup mereka hingga mencapai usia di atas 30 tahun.
               Komodo terancam punah karena ruang lingkup hidupnya yang sangat terbatas. Selain itu mereka juga telah diburu secara legal dan ilegal selama bertahun-tahun. Terbentuknnya Taman Nasional Komodo pada tahun 1980 dan undang-undang anti-perburuan telah membantu melindungi komodo. Penduduk desa terkadang racun bangkai umpan untuk mengurangi populasi , seperti peternak dari Amerika Barat bangkai racun domba untuk membersihkan daerah dari coyote dan singa gunung.